Postingan

Stay Confused and Live a Life

for anyone who still confused, that’s totally okay. ga semua hal mesti kita tau jawabannya saat ini juga. kadang hidup emang sengaja nyisain ruang kosong buat kita isi pelan-pelan. dan gak apa-apa kalau sekarang kita masih belum tau mau jadi siapa, mau ke mana, atau bahkan kenapa kita ngerasa kayak gini. aku pernah mikir kalau hidup harus punya arah yang jelas—semacam roadmap yang semua orang kayaknya punya. orang lain keliatan tau banget mau jadi apa dalam dua, tiga, atau lima belas tahun ke depan. sementara aku? kadang cuma bisa diem dan ngerasa ketinggalan, kayak semua orang udah lari duluan dan aku masih sibuk nentuin sepatu mana yang mau kupakai. setahun belakangan ini, aku banyak belajar. bukan tentang gimana caranya mencintai diri sendiri—tapi justru, tentang gimana rasanya nggak suka diri sendiri. tentang hari-hari di mana aku ngerasa gagal, gak cukup, dan gak pantas dapet apa yang aku punya. dan ternyata, it’s okay to feel that way. karena dari situ aku pelan-pelan sadar: rasa...

Nggak Semua Kayak Gitu

Sepertinya ini juga jadi vakum terlama yang pernah terjadi selama blog ini dibuat. Mungkin untuk kalian pembaca PraharaPikiran, permintaan maaf merupakan hal yang sudah sangat basi ya. Namun aku memilih keras kepala dan akan tetap minta maaf juga ngasih alasan klise kenapa aku lama sekali menelantarkan blog ini. Daripada cuma satu kalimat permohonan maaf, aku pikir ada baiknya kalau aku cerita aja apa yang sedang terjadi di balik layar saat ini. Sekarang aku sedang juggling di antara banyak kegiatan. Magang sebagai Tim Multimedia di salah satu anak perusahaan media, menulis cerita di wattpad, freelance content writer, urusan organisasi, dan revisian draf proposal. Mari jangan kita kupas satu persatu. Oke, aku rasa sudah cukup penjelasan kenapa aku tidak mengupdate blog pribadi ini selama beberapa bulan. Sekarang mari kita berbicara tentang hal yang sebenarnya mau aku bicarakan di sini. Saat ini aku sedang terganggu—sebenarnya udah dari dulu sih—tapi sekarang makin nggak suka—dengan k...

Self Assessment

Halo, Selamat datang di PraharaPikiran, lumayan lama juga ya blog ini tidak ter- update. W ell berbeda dengan isi blog sebelumnya, yang berisi opini ke-perempuan-an, kali ini aku akan mengeluarkan isi kepala yang sibuk wara wiri beberapa waktu belakangan. Manusia adalah mahluk yang nggak pernah berhenti membuat aku terpana dengan segala macam tingkahnya, segala macam sifatnya, dan segala macam keribetannya. Kali ini aku mau cerita sedikit tentang pandanganku terhadap manusia. Entah itu manusia lain, maupun aku yang terakhir kali ku check masih berupa manusia. Manusia itu membuat terlalu banyak  judgement , kataku. Kita menilai diri kita nggak mampu untuk melakukan sesuatu atau banyak hal. Kita menilai diri kita tidak lebih dari sampah, sementara orang-orang lain banyak yang lebih pintar dan lebih sukses dari kita. Selain mencari keburukan diri sendiri, kita juga senang sekali mencari keburukan orang lain. Kalau kita bertemu sama seseorang, yang pertama kali kita lakukan adalah meng...

Kesalahan Paradigma Dalam Memandang Perempuan

                    Hari ini saya kembali mengikuti kajian rutin yang sudah lama saya lewati. Kembali membahas feminisme membuat tangan saya seolah tergelitik untuk menulis lagi. Sepanjang sejarah kontemporer, silih berganti muncul wacana baru, sudut pandang baru, yang intinya tetap sama, yaitu memperjuangkan hak-hak perempuan yang tertindas atau dianggap tertindas. Kata feminisme seolah menjadi sebuah kata yang melambangkan kemodernan dan kemandirian perempuan. Sebenarnya apa itu feminisme? Secara umum, feminisme adalah gerakan untuk mencapai kesetaraan politik, sosial, dan pendidikan antara perempuan dan laki-laki. Gerakan ini muncul pertama kali di Eropa dan AS. Pada abad ke-18, kaum perempuan di sana masih dilarang untuk mengikuti pemilu, memperoleh pendidikan tinggi, atau menerjuni profesi-profesi tertentu. Isu-isu yang dikemukakan oleh para feminis Eropa dan AS antara lain adalah hak untuk bekerja di luar rumah, hak untuk mendapatk...

GAGASAN DAN SOLUSI MAHASISWA DALAM MENGHADAPI COVID-19

Saat ini dunia sedang digemparkan oleh wabah Corona Virus Disease atau COVID-19, dengan kota Wuhan di Cina menjadi yang pertama terkena wabah tersebut. Kemudian Thailand dilaporkan menjadi negara pertama di luar China yang memiliki kasus Covid-19. Di susul Timur Tengah untuk pertama kalinya melaporkan kasus impor dalam empat keluarga, dan diikuti berbagai Negara di belahan dunia lainnya.  Untuk mengantisipasi semakin merebaknya Covid-19 beberapa upaya dilakukan, salah satunya adalah pembatasan atau lockdown atau karantina wilayah yang pertama kali dilaksanakan di Wuhan kemudian diikuti oleh Provinsi Hubei, Tiongkok. Dalam upaya penanganan wabah ini otoritas di sejumlah Negara kemudian menerapkan kebijakan pembatasan yang beragam.  Di Indonesia, Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada tanggal 20 maret 2020. Dua warga Negara Indonesia yang positif Covid-19 tersebut telah mengadakan kontak langsung dengan Warga Negara Jepang yang datang ke Indone...

Perempuan, Pendidikan dan lain-lainnya

Perempuan, Pendidikan dan lain-lainnya (ini karena pembahasan tentang perempuan selalu semarak  😅 ) Setelah berulang kali ikut seminar online yang membahas tentang dunia pendidikan dikaitkan dengan perempuan, saya jadi ingin ikut berceloteh haha. (Efek webinar merajalela di masa pandemi  😆 ) Celotehan ini dilatarbelakang i diskusi-diskusi  yang seringkali diisi dengan pertanyaan dari beberapa peserta yang menggambarkan ketakutan bahwa perempuan tidak boleh bersekolah terlalu tinggi, tidak boleh terlalu berprestasi, dan tidak boleh-tidak boleh lainnya. Alasannya sederhana bahwa semua pencapaian tadi, bisa membuat perempuan dianggap terlalu ambisius, superior, sehingga tidak akan terlalu disukai. Saya pernah membaca artikel bahwa rasa ketidaksukaan akan prestasi perempuan, menurut beberapa penelitian, justru berasal dari sesama perempuan. Dengan dasar bahwa sejak kecil kita sudah dibentuk menjadi golongan yang tidak suka berkompetisi, beda halnya dengan anak laki-laki yan...

Kok Perempuan sekolah tinggi??

" Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalo ujung-ujungnya hanya jadi ibu rumah tangga" "Kalo perempuannya pintar, mungkin banyak sih laki-laki yang minggir" Sering gak girls, statement kayak gitu menuai benih-benih perselisihan diantara kita? Tentang kesetaraan gender yang sampai saat ini disuarakan perempuan-perempuan di seluruh dunia. Gak hanya aspek pendidikan, tapi juga sosial, ekonomi, bahkan pemerintahan.  "Perempuan dan laki-laki memiliki peluang yang sama dong untuk mencapai apapun." Banyak yang berguman diantara kita. Well, sadar gak girls, jaminan keistimewaan dan kesetaraan gender ini sudah kita semua dapatkan saat pertama kali kita lahir ke dunia. Saat kita terlahir sebagai seorang muslimah.  Gilrs, sebenarnya Islam sangat sayang dengan kita. Betapa perempuan banyak di beri keistimewaan di banding laki-laki. Sama halnya seperti Islam memiliki figur-figur muslimah yang tercatat dalam sejarah.  Tersebutlah business woman yang usahanya sukses seantero ...