Stay Confused and Live a Life
that’s totally okay.
ga semua hal mesti kita tau jawabannya saat ini juga. kadang hidup emang sengaja nyisain ruang kosong buat kita isi pelan-pelan. dan gak apa-apa kalau sekarang kita masih belum tau mau jadi siapa, mau ke mana, atau bahkan kenapa kita ngerasa kayak gini.
aku pernah mikir kalau hidup harus punya arah yang jelas—semacam roadmap yang semua orang kayaknya punya. orang lain keliatan tau banget mau jadi apa dalam dua, tiga, atau lima belas tahun ke depan. sementara aku? kadang cuma bisa diem dan ngerasa ketinggalan, kayak semua orang udah lari duluan dan aku masih sibuk nentuin sepatu mana yang mau kupakai.
setahun belakangan ini, aku banyak belajar. bukan tentang gimana caranya mencintai diri sendiri—tapi justru, tentang gimana rasanya nggak suka diri sendiri. tentang hari-hari di mana aku ngerasa gagal, gak cukup, dan gak pantas dapet apa yang aku punya. dan ternyata, it’s okay to feel that way.
karena dari situ aku pelan-pelan sadar: rasa gak suka itu bukan berarti benci sepenuhnya, tapi sering kali cuma cara hati bilang, “aku butuh istirahat, aku butuh dipahami.”
ada hari-hari di mana aku terlalu keras sama diri sendiri. nyalahin diri karena gak seproduktif orang lain, karena belum punya sesuatu yang bisa dibanggain, karena masih sering bingung harus mulai dari mana. tapi ada juga hari di mana aku ngerasa cukup—cuma duduk, minum kopi, liatin langit sore, dan sadar kalau ternyata aku masih di sini. masih bernafas. masih punya kesempatan buat mulai lagi.
maybe that’s what growth looks like—gak selalu soal naik, tapi juga soal berhenti sebentar dan nerima keadaan.
karena kadang, proses yang paling tenang adalah saat kita berhenti ngebandingin langkah kita sama langkah orang lain.
aku sempet mikir, mungkin orang yang paling gak aku suka di dunia ini adalah… aku sendiri.
tapi lama-lama aku ngerti, orang yang paling gak aku suka itu juga orang yang paling aku pengen peluk. karena di balik segala “aku gak bisa”, “aku gak cukup”, dan “aku gagal lagi”, ada versi kecil dari aku yang cuma pengen didengerin tanpa dihakimi.
i hate myself a lot, but i also love the idea of becoming wild in my own head—menjadi liar dalam pikiran sendiri, bebas tanpa takut salah, gak perlu bikin semua orang paham. just let the confusion breathe.
hidup gak harus selalu teratur. gak harus selalu punya jawaban. kadang kita cuma perlu berani jalanin hari ini, satu langkah kecil, sambil bilang ke diri sendiri:
“aku gak tau apa yang akan terjadi besok, tapi hari ini aku hidup. dan itu cukup.”
jadi kalau kamu lagi bingung, atau ngerasa nyasar di tengah semuanya,
please know that it’s okay.
kebingungan bukan tanda kamu gagal—itu tanda kamu lagi tumbuh, lagi belajar mengenal dunia dan diri kamu sendiri.
stay confused, but stay kind to yourself.
peluk kebingunganmu, biarin dia duduk di sampingmu, bukan di depanmu.
karena suatu hari nanti, tanpa kamu sadari, semua potongan kecil dari kebingungan itu akan pelan-pelan nyatu dan jadi versi kamu yang lebih utuh.
for now, just breathe.
stay confused, and live a life. (≡^∇^≡)
Komentar
Posting Komentar