Kok Perempuan sekolah tinggi??

" Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalo ujung-ujungnya hanya jadi ibu rumah tangga"
"Kalo perempuannya pintar, mungkin banyak sih laki-laki yang minggir"

Sering gak girls, statement kayak gitu menuai benih-benih perselisihan diantara kita?

Tentang kesetaraan gender yang sampai saat ini disuarakan perempuan-perempuan di seluruh dunia. Gak hanya aspek pendidikan, tapi juga sosial, ekonomi, bahkan pemerintahan. 

"Perempuan dan laki-laki memiliki peluang yang sama dong untuk mencapai apapun." Banyak yang berguman diantara kita.

Well, sadar gak girls, jaminan keistimewaan dan kesetaraan gender ini sudah kita semua dapatkan saat pertama kali kita lahir ke dunia. Saat kita terlahir sebagai seorang muslimah. 

Gilrs, sebenarnya Islam sangat sayang dengan kita. Betapa perempuan banyak di beri keistimewaan di banding laki-laki.
Sama halnya seperti Islam memiliki figur-figur muslimah yang tercatat dalam sejarah. 

Tersebutlah business woman yang usahanya sukses seantero Makkah dan sekitarnya, Khadijah binti Kuwait. Cerdasnya bukan main! Ketekunannya membuat ia bisa jadi perempuan mandiri yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. 

Atau kisah Nusaibah binti Ka'ab yang karena ketangguhan dan kecekatannya ia jadi satu-satunya perempuan yang melindungi Rasulullah saat di masa-masa paling kritis pada medan perang Uhud.

Lihat kan?
Perempuan itu hebat. Kita semua hebat. Perempuan dan laki-laki bisa berkontribusi sesuai porsina. Dan kita bisa berkarya sesuai peran yang kita punya masing-masing.

Jika balik lagi ke awal, untuk membangun peradaban manusia, tentu perlu muslimah-musliah cerdas dan berpendidikan bukan? Jangan lupa, perempuan adalah madrasah pertama para calon pejuang peradaban manusia.

Jangan ragu untuk mengambil peran. Selamat menghebatkan diri, girls! Ditunggu karya-karya hebatnya untuk dunia.


Jangan lupa berikan pendapat kalian :')








~tehjasmin~~~~~~~~~~~~~~~

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stay Confused and Live a Life

GAGASAN DAN SOLUSI MAHASISWA DALAM MENGHADAPI COVID-19

Perempuan, Media, dan Gerakannya