Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Budaya dan Perempuan: Kontruksi yang tak memihak

Gambar
              Mengenai tulisan ini, saya sudah saya katakan sebelumnya perempuan itu cantik, tidak peduli dia tinggi atau pendek, kurus, gemuk dan atau sebagainya dia tetap cantik. Jadi tidak sepantasnya bentuk tubuh sempurna harus di tuntutkan kepada mereka. Mereka perempuan tapi bukan berarti kalian (Lelaki, dalam konteks ini tidak semua melainkan sebagian) hanya menjadikannya boneka barbie pajangan. Sungguh tak bisa ku nalar. Sebab terlahir menjadi perempuan dengan bentuk tubuh seperti ini bukanlah sesuatu yang menjadi kemauan kami, pun bukan perkara yang bisa kami tolak.          Perempuan kami juga punya akal dan logika, tapi bagaimana mereka bisa berkembang jika yang kau tanyakan hanyalah basa-basi gombalan tak bermakna. Ajak perempuan mu diskusi, angkat isu-isu sosial yang mendunia ataupun dalam lingkungan sekitar. Perempuan tidak hanya selalu soal perasaan, perempuan tidak hanya selalu soal make up dan manja...

Prahara Cantik

Menurut ku, semua perempuan itu cantik tanpa terkecuali dengan porsi yang sama dan tidak ada yang lebih. Yang ada hanyalah kau dan aku berlomba mendapatkan pengakuan orang lain. Tapi kami 'cantik' itu sudah pasti. Kata 'cantik' sudah menjadi hak milik kami yang sah dengan atau tanpa adanya persetujuan laki-laki. Perihal siapa yang paling cantik di antara kami itu tergantung si pemberi kata 'cantik' itu sendiri. Sebab, setiap kepala punya versi masing-masing.  Bisa saja kami merasa cantik karena kami pintar bersolek dengan polesan riasan wajah. Lalu bagaimana dengan perempuan yang terlihat menawan tanpa polesan make up? Atau kamu yang merasa cantik karena aksesoris dan pakaian mahal nan mewah. Tapi bagaimana dengan sebagian perempuan yang tidak mampu membeli barang semacam itu? Atau kalian yang merasa cantik karena berpasangan dengan pria tampan? Apakabar dengan yang mendapat pria lain? Itu semua tergantung persepsi masing-masing. Lalu bagaimana cantik versi mu?